FIKIH KALENDER HIJRIAH UNIFIKATIF

  • Tasnim Rahman Fitra
Keywords: Islamic calender, hijri's calender, calender

Abstract

Abstract: The idea of ​​a Hijri’s unification calendar emerges in response to the lack of uniformity of the Hijri concept of calendar which affects the difference of beginning of the month, especially with regard to worship. Therefore, it needs an in-depth study of the Unificative Hijriah Calendar from the point of view of jurisprudence (fikih), namely the study of the use of reckoning (hisab), the understanding of matlak and the beginning of the day which are all dominated by differences in the understanding of the sharia foundation in al-Qur`an and Hadith. The method used is an inventory of related fiqh concepts, then conduct an in-depth analysis and conclude from the results of the analysis. As a result, the determination of the beginning of the month in worship should refer to the revelation or hadith of the Prophet Muhammad SAW that the Islamic concept of starting a new moon is due to the existence of a new moon (hilal). The solution for unification in worship should be left to the authority of each Muslim country. As for non-worship can be applied, but to minimize the problem, unification of this calendar must be started first in the local context.

Abstrak: Pemikiran mengenai kalender Hijriah unifikatif muncul sebagai respons atas ketidakseragaman konsep kalender Hijriah umat Islam yang berdampak pada perbedaan memulai awal bulan, khususnya berkaitan dengan ibadah. Oleh sebab itu, perlu adanya kajian mendalam tentang Kalender Hijriah Unifikatif ini dari sudut pandang fikih, yaitu kajian mengenai penggunaan hisab, pemahaman tentang matlak dan permulaan hari yang keseluruhannya didominasi oleh perbedaan dalam pemahaman terhadap landasan syar’i berupa al-Qur`an dan hadis. Metodenya dengan cara menginventarisir konsep-konsep fikih berkaitan, kemudian melakukan analisis mendalam dan menarik kesimpulan dari hasil analisis tersebut. Hasilnya, penetapan awal bulan dalam hal ibadah haruslah merujuk kepada wahyu ataupun hadis Rasul saw. bahwa konsep Islam dalam memulai bulan baru adalah disebabkan oleh keberadaan hilal. Solusi untuk penyatuan dalam hal ibadah memang mesti diserahakan kepada otoritas masing-masing negara muslim. Adapun terkait dengan non ibadah bisa diterapkan, namun untuk meminimalisir permasalahan, unifikasi kalender ini harus dimulai terlebih dahulu dalam kontes lokal.

References

Daftar Pustaka
Anwar, Syamsul, Diskusi dan Korespondensi Kalender Hijriah Global, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2014.
_____, Hari Raya dan Problematika Hisab Rukyat, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2008.
_____, Interkoneksi Studi Hadis dan Astronomi, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2011.
Asqalani (al-), Ibnu Hajar, Fath al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari, Jilid IV, Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1397.
Azhari, Susiknan, Ensiklopedi Hisab Rukyat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar: 2012.
_____, Ilmu Falak, Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2007.
Baihaqi (al-), Ahmad Ibnu Husain ibnu ‘Ali ibnu Musa Abu Bakr, Sunan al-Baihaqi al-Kubra, Juz IV, Makkah: Maktabah Dar al-Baz, 1994.
Bukhārī (al-), al-Jāmi‘ aṣ-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar, diedit oleh Muṣṭfā Dīb al-Bagā, Yamamah-Beirut: Dār Ibn Kaṡīr, 1407/1987.
Butar-butar, Arwin Juli Rakhmadi, Kalender Islam, Lokal ke Global: Problem dan Prospek, Medan: OIF UMSU, 2016.
_____, Problematika Penentuan Awal Bulan, Malang: Madani, 2014.
Daruqutni (al-), Sunan al-Daruqutni, Jilid II, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, t.t.
Darsono, Ruswa, Penanggalan Islam: Tinjauan Sistem, Fiqih dan Hisab penanggalan, Yogyakarta: Labda Press, 2010.
Depag, Pedoman Teknik Rukyat, Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1994.
Diyanet Işleri Başkanliği, “al-Milaff al-Muḥtawī Ma‘āyīr Masyrū‘ai at-Taqwīm al-Uḥādī wa aṡ-Ṡunā’ī al-Manwī Taqdīmuhu ilā al-Mu’tamar Ma‘a an-Namāżij at-Taṭbīqiyyah”, sebuah kertas kerja yang dibahas dalam kongres Turki 28-30 Mei 2016.
Djambek, Sa’adoeddin, Hisab Awal Bulan, Jakarta: Tintamas, 1975.
Fayyad, Muhammad Muhammad, cet. II, at-Taqawim, Mesir: Nahdah Misr, 2002.
Gumāriy (al-), Aḥmad ibn Muḥammad al-Ṣiddīq, Taujīh al-Anẓār fi Tauḥid al-Muslimīn fiṣ-Ṣiyām wal-Ifṭār, Yordania: Dār al-Nafāis, 1998.
Hardani, Sofia, Dasar-dasar Ilmu Falak, Pekanbaru: Maju Bersama, 2010.
Ibn Manzur Jamal ad-Din, Lisan al-‘Arab, Jilid I, Beirut: Dar Sadir, 2005.
Iman, Ma`rifat “Fikih Kalender Hijriyah Global”, Makalah Halaqah Sosialisasi dan Pemahaman tentang Hisab-Rukyat dan Kalender Hijriah Global, Yogyakarta: Auditorium Kantor PP Muhammadiyah, 5-6 September 2015.
_____, “Kalender Islam Internasional: Analisis Terhadap Perbedaan Sistem”, Disertasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009.
Irāqī (al-), Zainuddīn ‘Abd al-Raḥīm, Ṭarḥ at-Taṡrīb fi Syarḥ at-Taqrīb, Jilid IV, Mesir: al-Miṣriyyah al-Qadīmah, t.t.
Izzuddin, Ahmad, Fiqih Hisab Rukyah, Jakarta: Erlangga, 2007.
Jaziri (al-), ‘Abdur Rahman, al-Fiqh ‘Ala Mazahib al-Arba’ah, Mesir: al-Maktabah at-Tijariyyah al-Kubra, t.t.
Johnson, Samuel, A.M, A Dictionary of The English Language, vol 1, London: Consortium, 1755.
Kasani (al-), Bada’i al-Sana’i fi Tartib al-Syara’i, Cet. II, Beirut: Dar al-Ihya’ al-Turas al-‘Arabi, 1998.
Kemenag RI, Almanak Hisab Rukyat, Jakarta: Dirjen Bimas Islam, 2010.
Khazin, Muhyiddin, Kamus Ilmu Falak, Yogyakarta: Buana Pustaka, 2005.
Musa, Ali Hasan, at-Tauqit wa at-Taqwim, Beirut: Dar al-Fikr al-Mu’asir, 1998.
Muslim bin al-Hajjaj, Abu Husain, S{ahih Muslim, Jilid I, Beirut: Dar al-Fikr, tt.
Muzakkir, Muhamad Rofiq, “Landasan Fikih dan Syariat Kalender Hijriah Global”, Jurnal Tarjih, Vol. 13 No. 1, 2016.
Nashiruddin, Muh. Kalender Hijriah Universal, Semarang: al-Wafa, 2013.
Nawawi (an-), Muhyiddin bin Syarf, Kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab li asy-Syirazy, juz 6, Jeddah, Maktabah al-Irsyad, t.t.
Qardhawi, Yusuf, Kaifa Nata’amal Ma a’ as-Sunnah an-Nabawiyyah: Ma’alim wa Dawabit, Kairo: Dar asy-Syuruq, 2004.
Raziq (ar-), Jamaluddin ‘Abd, “Bidayah al-Yaum wa Bidayah an-Nahar”, Makalah Ijtima’ al-Khubara’ li Dirasah Maudu’ Dabt Matali’ asy-Syuhur al-Qamariyyah ‘Inda al-Muslimin, Rabat, 9-10 November 2006. Diakses 19 Maret 2017, www.amastro.ma.
¬¬_____, At-Taqwim al-Qamari al-Islami al-Muwahhad, terj. Syamsul Anwar, Yogyakarta: Itqan Publishing, 2013.
Raziy (ar-), Fakhruddin, al-Mahsul Fi ‘Ilm Usul al-Fiqh, Juz II, Makkah: Maktabah al-Jami’ah al-Imam Muhammad Ibnu Sa’ud, 1980.
Razy (ar-), Zainuddin Muhammad bin Abi Bakr, Mukhtar as-Sihhah, Cairo: Dar as-Salam, 2007.
Rofiuddin, Ahmad Adib, “Penentuan Hari dalam Sistem Kalender Hijriah”, Al-Ahkam: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 2016
Sabiq, Sayyid, Fiqh as-Sunnah, jilid I, Kairo: al-Fath li al-I’lam al-‘Arabi, t.t.
Suyuty (as), ‘Abdur Rahman Ibnu Abi Bakar, Al-Asybah wa an-Nazair, Juz I, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Alamiyyah, 1403 H.
Syaukani (asy), Muhammad bin ‘Ali, Nail al-Autar, Libanon: Bait al-Afkar ad-Dauliyyah, 2004.
Taimiyyah, Ibnu, Majmu’ Fatawa, jilid XXV, Beirut, Dar al-Wafa, 2005.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.
Wawancara dengan Hendro Setyanto (peserta kongres dari NU), pada hari Kamis, 22 Desember 2016 di Imah No’ong kota Lembang Prov. Jawa Barat.
Wawancara dengan, Syamsul Anwar (Peserta Kongres), pada hari Kamis 23 Maret 2017 di Jl. Kenanga Gg. Mawar II no. 43, Juwangen kota Yogyakarta.
Zarqa (az), Mustafa Muhammad, “Tentang Penentuan Hilal dengan Hisab Pada Zaman Sekarang”, terj. Syamsul Anwar, dalam Muhammad Rasyid Rid}a dkk., Hisab Bulan Kamariyah, Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2009.
Zuhaili (az-), Wahbah, al-Fiqhu al-Islam wa Adillatuhu, juz 3, Cet 4, Damaskus: Dar al-Fikr al-Mu’asarah, 1997.
_____, Usul al-Fiqh al-Islamiy, juz I, Beirut: Dar al-Fikr, 1989.
Published
2018-12-31