JARIMAH KHALWAT ARRANGEMENTS IN QANUN NUMBER 6 OF 2014 CONCERNING JINAYAT AND ITS POLYMICS IN ACEH

  • Bukhari Bukhari IAIN Lhokseumawe
  • Asmuni Asmuni Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Muhammad Hatta Universitas Malikussaleh
  • Anwar Anwar STAIN Meulaboh
Keywords: Crime, Khalwat and Qanun

Abstract

This study aims to determine the punishment for various polemics regarding jinayat khalwat in the province of Aceh, especially in the cities of Banda Aceh, Lhoksukon and Langsa. This study uses a normative-empirical method with a statutory approach and a case approach. The data source in this research is the Al-Qur`an; the 1945 Constitution; Law No. 1 of 1946 concerning the Criminal Code; Law No. 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code; Aceh Qanun No. 6 of 2014 concerning Jinayat Law; and Aceh Qanun No. 7 of 2013 concerning Jinayat Procedural Law. The results of the study show that the background to the regulation on the prohibition of khalwat crimes in Qanun No. 6 of 2014 concerning the Law of Jinayat is to prevent the occurrence of a larger jinayat, namely adultery, both adultery muhsan and ghairu muhsan. The formation of the nomenclature of jinayat khalwat in this Qanun is a form of concern for the Government of Aceh towards “decency” regulations relating to actions that lead to jinayat of adultery. The community fully supports the formation of jinayat khalwat rules that aim for the good and benefit of the ummah even though there is polymic in this finger khalwat arrangement.

Author Biographies

Bukhari Bukhari, IAIN Lhokseumawe

IAIN Lhokseumawe

Asmuni Asmuni, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Muhammad Hatta, Universitas Malikussaleh

Universitas
Malikussaleh

Anwar Anwar, STAIN Meulaboh

STAIN Meulaboh

References

Adi Warsidi, TNI di Aceh tak Tersentuh Hukum Cambuk, , Diakses Pada 23 Oktober
2019.
Asafri Jaya Bakri, Konsep Maqashid Syariáh Menurut Al-Syatibi, Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 1996.
Bakri,Langsa Tangani 57 Kasus Jinayat, .https://aceh.tribunnews.com/2019/01/11/
langsa-tangani-57-kasus-jinayat.
Bukhari, Khalwat Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif,Jurnal Ilmu Syari’ah,
Perundang-undangan dan Ekonomi Syariah, Juli-Desember 2018.
Denny Indrayana, “Kompleksitas Peraturan Daerah Bernuansa Syari’at; Perspektif
Hukum Tata Negara” dalam Negara Antara Ada dan Tiada: Reformasi Hukum
Ketatanegaraan, Kompas, Jakarta, 2008.
Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Laporan Tahunan, Lhokseumawe, 2018.
Dinas Syariat Islam, Hukum Jinayat Dan Hukum Acara Jinayat, Banda Aceh: Dinas Syariat
Islam, 2015.
Diskominfo, 2018, Satpol PP dan WH Banda Aceh Tangani 230 Kasus Pelanggaran Perda
Syariat,.
Heddy Lugito dan Ibrahim Passe, Tentara, Asmara, dan Air Mata, http://arsip.gatra.
com/2005-10-02/artikel.php?id=88737, Diakses Pada 23 Oktober 2019.
Mahmud Syaltut, al-Islam wa syariah, Mesir: Daar al-Qalam, 1966.
Mardani, Penerapan Syariat Islam di Aceh, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Muhammad Nasir, Syariat Islam dan Ngangkang Style: Mengenal Kearifan Lokal Dan Identitas
Perempuan Aceh, Jurnal Miqot, Vol. XXXVII No. 1 Januari-Juni 2013.
Qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.
Sirajuddin, Pemberlakuan Syariat Islam di Nanggroe Aceh Darussalam Pasca Reformasi,
Yogyakarta, Teras, 2011.
Syahrizal, Dimensi Pemikiran Hukum dalam Implementasi Syariat Islam di Aceh, Banda Aceh:
Dinas Syariat Islam, 2007.
Syamsul Bahri, Pelaksanaan Syari`at Islam di Aceh Bagian Wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 12, No. 2, Mei 2012.
Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh
Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Lembaran Negara
Nomor 114 Tahun 2001 pada tanggal 9 Agustus 2001) Jo. Undang-undang Nomor
11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2006 Nomor 62).
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi
Daerah Istimewa Aceh.
Published
2023-01-28
Section
Articles