METODE ISTINBATH HUKUM MUHAMMAD IBN SHALIH AL-‘UTAHYMIN

  • Khairul Hamim Universitas Islam Negeri Mataram

Abstract

Setiap problematika kehidupan manusia baik menyangkut masalah
ekonomi, pendidikan, sosial, politik, apalagi agama pasti ada penyelesaiannya.
Salah satu cara penyelesaian dari aneka masalah tersebut menurut Syaikh
Uthaymin adalah dengan melalui Ijtihad. Setiap orang boleh berijtihad
manakala sudah memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk berijtihad. Selain
harus menguasai beberapa ilmu seperti, penguasaan Bahasa Arab, Ulumul
Qur’an dan Hadis, juga yang tidak kalah pentingnya adalah penguasaan ilmu
Ushul Fiqih, karena menurut Syaikh Uthaymin ilmu Ushul Fiqh adalah ilmu
yang bisa mengantar seseorang dapat memahami sekaligus mampu berijtihad
dalam segala bidang, terutama bidang agama Islam. Dalam ushul fiqh
termuat di dalamnya pembahasan terkait dengan sumber-sumber hukum baik
yang disepakati maupun yang tidak disepakati. Seperti halnya ulama-ulama
lainnya, Syaikh Uthaymin melakukan ijtihad dengan menggunakan metode istinbath hukum pada umumnya yaitu melalui Al-Qur’an, al-Sunnah, Ijma’,
Qiyas. Selain itu determinasi hukum Islam ia upayakan melalui pertimbangan
Istihsan, mashlahah, zari’ah, qaul al-shahabi dan juga ‘urf. Namun yang terlihat
dominan dalam metode istinbath hukumnya adalah penggunaan terhadap qaul
al-shahabi. Para Shahabat dalam pandangan Syaikh Uthaymin adalah orang
terhormat karena dekat dengan Nabi saw, oleh karena itu pendapat mereka
harus dijadikan pegangan.

Author Biography

Khairul Hamim, Universitas Islam Negeri Mataram

Dosen Universitas Islam Negeri Mataram

References

‘Ali ibn ‘Abd al-‘Aziz al-Shibli, Masyayikh al-Shaykh Muhammad ibn ‘Uthaymin
Rahimahumullah wa athâruhum fî Takwînih (Riyad: Shabakah al-Alukiyah, tt).
Abi ‘Abdillah Muhammad ibn Yazid al-Qazwayni, Sunan Ibn Majah, Vol. 1 (t.tp: Dâr
ihyâ’ al-Kutub al-‘Arabi, tt).
Abi ‘Abdirrahman Ahmad ibn Shu‘aib ibn ‘Ali al-Nasai, Sunan al-Nasa’i, Cet. 1 (Riyad:
Maktabah al-Ma‘arif li al-Nasyr wa al-Tawzi‘, tt).
Abi ‘Isa Muhammad ibn Isa ibn Saurah, Sunan al-Tirmidhi, Vol. 5, Cet ke 5 (Kairo:
Mustofa al-Bab al-Halabi, 1978).
Abu ‘Abdillah Muhammad ibn Yazid al-Qazwayni, Sunan Ibn Majah, (Kairo: Dar alIhya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, tt).
Abu Muhammad Ashraf ibn ‘Abd al-Maqsud, Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah li ashhâb
al-Fadhîlah al-‘Ulamâ’ Cet. I ( Riyad: Maktabah Dar al-Tabariyyah, 1995).
Abu Zakariya al-Nawawi, al-Majmu‘ Syarh al-Muhazzab, Vol. I (Beirut: Dar al-Fikr,
tp).
Ahmad Azhar Basyir dkk., Ijtihad Dalam Sorotan (Bandung: Mizan, 1996).
Ahmad Zahro, Tradisi Intelektual NU: Lajnah Bahsul Masa’il 1926-1999 (Yogyakarta:
LKiS, 2004).
Imam Abi al-Husayn Muslim ibn al-Hujjaj al-Qushayri al-Naysaburi, Shahîh Muslim,
(Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, tt).
‘Uthaymîn (al), Muhammad ibn Shalih.Tafsîr al-Qur’ân al-Karîm (Juz ‘Amma). Saudi
Arabia: Muassasah Shaykh Muhammad ibn Shalih al-‘Uthaymin, 1435 H.
---------------. al-Kanz al-Thamîn fî Tafsîr ibn ‘Uthaymîn. Beirut: Kitab Nasyirun, 2010.
---------------. al-Ta’lîq ‘ala al-Siyasah al-Syar‘iyyah fi Ishlâh al-Ra‘i wa al-Ra‘iyyah li Shaykh
al-Islam ibn Taimiyyah. Riyad: Madar al-Wathan li al-Nasyr,1427 H.
---------------. Huqûq Dâ‘at ilaiha al-Fitrah wa Qarraratha al-Sharî‘ah. t.p: Maktabah alTau‘iyyah al-Islâmiyyah li ihyâ al-Turâth al-Islâmiyyah, 1409 H.
---------------. Mudhakkiratu Fiqhin, ditahqiq oleh Shalahuddin ibn Mahmud Sa‘id. Kairo:
Dar al-Ghad al-Jadid, 2007.
---------------. Syarhu al-Aqîdah al-Wasithiyyah li al-Shaykh Ibn Taimiyah, ditashih oleh
‘Abdullah Mahmud Muhammad ‘Umar. tt.p: Dâr al-Hikam al-Diniyyah, 2012.
---------------. Syarh Thalasati al-Ushûl. Riyad: Dâr al-Aimân, 2001.
---------------. al-Halal wa al-Haram, Terj. Abu Halbas Muhammad Ayyub “Halal Haram
Dalam Islam. Jakarta: Pustaka al-Sunnah, 2011.
---------------. Syarh al-Arba‘în al-Nawâwiyyah. Unaizah: al-Mamlakah al-‘Arabiyyah alSu‘ûdiyyah, 2004.
---------------. al-Syarh al-Mumti‘ ‘alâ Zâd al-Mustaqni‘ fî Ikhtishâr al-Muqni‘. Beirut: Dâr
al-Kitab al-A’lami li al-Nasyr, 2005.
---------------. Politik Islam: Penjelasan Kitab Siyasah Syar’iyyah Ibn Taimiyyah, Terj. Ajmal
Arif. Jakarta: Griya Ilmu, 2014.
---------------. Majmû’ Fatâwaâ wa Rasâ’il Fadhilah al-Shaykh Muhammad ibn Shalih al-
‘Uthaymin. Riyad: Dâr al-Wathan, 1413 H.
---------------. Shahih Fikih Wanita: Lengkap Membahas Masalah Wanita, Terj. Faisal Saleh
dan Yusuf Hamdani, Cetakan Kesembilan. Jakarta: Akbar Media, 2015.
---------------. Syarh al-Ushûl min ‘ilmi al-Ushûl, Beirut: al-Kitab al-‘Alami li al-Nashr,
2011.
---------------. al-Qawâ‘id al-Fiqhiyyah . Riyad: Dâr al-Bashîrah, t.th.
Muslim ibn al-Hujjaj al-Qushayri al-Naysaburi, Shahîh Muslim, (Kairo: Dâr al-Ihyâ’
al-Kutub al-‘Arabiyyah, tt).
Nasroen Haroen, Ushul Fiqh 1 (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997).
Syauqi Abu Khalil, Atlas Hadis: Uraian Lengkap Seputar Nama, Tempat, dan Kaum
yang Disabdakan Rasulullah saw. , Terj. Muhammad Sani dan Dedy Januarsyah
(Jakarta: Almahira, 2007).
Yusdani dan Amir Mu’allim, Ijtihad dan Legislasi, (Yogyakarta: UII PRESS, 2004).
Published
2020-02-17
Section
Articles