GENEALOGI ISLAM NUSANTARA DI LOMBOK DAN DIALEKTIKA AKULTURASI BUDAYA: WAJAH SOSIAL ISLAM SASAK

  • Mutawali Mutawali Universitas Islam Negeri Mataram
  • Muhammad Harfin Zuhdi Universitas Islam Negeri Mataram

Abstract

Artikel ini bertujuan memaparkan tentang genealogi jaringan Islam Nusantara di gumi Sasak Lombok. Bahwa jalur tranasmisi dakwah Islam ke Lombok berasal dari pulau Jawa melalui dakwah para Wali. Penyebaran Islam di pulau Lombok berlangsung dengan penuh kedamaian, tanpa unsur paksaan, kekerasan, maupun peperangan.Kegiatan dakwah Islam di pulau Lombok
ditunjang dengan mobilitas fisik atau migrasi para Wali dari Jawa ke Lombok. Menurut data babad, tradisi lisan masyarakat Lombok dan penuturan para narasumber bahwa Islam masuk dan berkembang di pulau Lombok terjadi pada abad ke-16 yang dibawa oleh Pangeran Prapen (1548-1605) yang dikenal juga
dengan Sunan Giri keempat.Peranan Pangeran Prapen dalam menyebarkan agama Islam di pulau ini sangat besar sekaligus membawa nuansa pertukaran budaya Jawa dan Lombok berlangsung sepanjang abad ke-16 dan ke-17.Warna Islam yang dibawa dari Jawa ini adalah berciri sufisme-sinkretik. Islam di
pulau Lombok merupakan salah satu jaringan varian Islam Nusantara setelah terjadinya dialektika antara Islam dengan budaya Sasak Lombok. Proses dialektika tersebut pada gilirannya menghasilkan Islam yang unik, khas, dan esoterik, dengan beragam tradisi-tradisi Sasak yang sudah disisipi nilai-nilai
Islam. Pada perkembangan selanjutnya, Islam dan tradisi Sasak menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan meski masih dapat dibedakan satu sama lain.

Author Biographies

Mutawali Mutawali, Universitas Islam Negeri Mataram

Dosen Universitas Islam Negeri Mataram

Muhammad Harfin Zuhdi, Universitas Islam Negeri Mataram

Dosen Universitas Islam Negeri Mataram

References

Abdullah, Taufik, “Pengantar: Islam, Sejarah dan Masyarakat”, dalam Taufik Abdullah [ed.], Sejarah dan Masyarakat: Lintasan Historis Islam di Indoensia, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1987)
Abd. Syakur,Ahmad,Islam dan Kebudayaan: Akulturasi Nilai-nilai Islam dalam Budaya Sasak (Yogyakarta: Adab Press, 2006)
Al-Azmeh, Aziz, [ed.], Islamic Law: Social and Historical Contexts, (tp., 1988)
Al-Sarakhsi, Muhammad ibn Ahmad, Al-Mabsut, (Kairo: Matba’ah al-Sl-Sa’adah, 1331)
Al-Syatibi, al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah, (Beirut: Dar al-Fikr, t.th)
Ambary, Hasan Muarif, Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia, (Jakarta: Logos, 2001)
Azra,Azyumardi,Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Melacak Akar-akar Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia, (Bandung:Mizan,1994)
Budiwanti, Erni, Peran Wali Dan Keramat Dalam Dinamika Perkembangan Islam Di Lombok, AICIS-Annual International conference on Islamic Studies 2013.
Baso, Ahmad, Plesetan Lokalitas: Politik Pribumisasi Islam, [Jakarta: Desantara, 2002]
_________, Tradisi Lokal dan Masa Depan agama” dalam Majalah Majemuk, No. 6 November-Desember 2003.
Bizawie, Zainul Milal, “Dialektika Tradisi Kultural: Pijakan Historis dan Antropologis Pribumisasi Islam”, dalam Tashwirul Afkar, Edisi No. 14 tahun 2003.
Bruinessen, Martin van, “Global and Local in Indonesian Islam” dalam Southeast Asian Studies [Kyoto] vol. 37, No. 2, 1999.
__________, Kitab Kuning, (Bandung: Mizan, 1989)
De Graaf,H.J.,”South-East Asian Islam to the eighteenth century,” dalam P.M. Holt Ann K.S.Lamhrnn and Bernard Lewis (eds.). The Cambridge History of Islam, vol. 2.Camridge: Cambridge at The University Press, 1970).
Jamaludin, Sejarah Sosial Islam di Lombok Tahun1970-1935 (Studi Kasus Terhadap Tuan Guru), (Jakarta: Kementerian Agama RI Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, 2011)
Lubis, Arbiyah, Pemikiran Muhammadiyah dan Muhammad Abduh, Suatu studi Perbandingan, (Jakarta: Bulan Bintang, 1993)
Lukito, Ratno, Pergumulan Antara Hukum Islam dan Hukum Adat, (Jakarta: INIS, 1998)
Mahmasani, Subhi, Falsafat al-Tasyri’ fi al-Islam, (Beirut: Dar al-Kasysyaf lin-Nasyr wa Itiba’ah wa at-Tauzi’, 1952)
Maula, M. Jadul, “Syariat [Kebudayaan] Islam: Lokalitas dan Universalitas”, makalah Islam Transformatif dan Toleran, ( LkiS, 2002)
Marison,Geoffrey,Sasak and Javanese Literature, (Leiden: KITLV Press, 1999)
Mulkhan,Abdul Munir, (ed), Moral Politik Santri: Agama dan Pembelaan kaum Tertindas, (Jakarta: Erlangga, 2003)
Mustofa,Saiful Meneguhkan Islam Nusantara Untuk Islam Berkemajuan Melacak Akar Epistemologis Dan Historis Islam (Di) Nusantara, Epistemé, Vol. 10, No. 2, Desember 2015.
Raharjo,M. Dawam,Ensiklopedi al-Qur’an Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci (Jakarta: Paramadina, 1996), h. 691.
Ramli,Muhammad Guntur,Islam Kita, Islam Nusantara Lima Nilai Dasar Islam Nusantara, (Tangerang: Ciputat School, 2016)
Poespowardojo, Soerjanto, “Pengertian Local Genius dan Relevansinya dalam Modernisasi” dalam Kepribadian Budaya Bangsa [local genius], Ayotrohaedi [ed.], (Jakarta: Pustaka Jaya, 1986)
Tibbi, Bassam, Islam and Cultutral Accommodation of Social Change , (San Francisco: Westview Pres, 1991)
Q-Anees, Bambang, “Daya Tawar Tradisi terhadap Pengaruh Luar” dalam www. gerbang.jabar.go.id
Utama, Edy, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, dalam Ahmad Baso, Plesetan Lokalitas: Politik Pribumisasi Islam, (Jakarta: Desantara, 2002)
Woodward,Mark R.,Islam Jawa: Kesalesahan Normatif Versus Kebatinan, (Yogyakarta: LkiS, 1999)
Zada, Khamami,“Islam Pribumi: Mencari Wajah Islam Indonesia”, dalam Tashwirul Afkar, jurnal Refleksi Pemikiran Keagamaan & Kebudayaan, Edisi No. 14 tahun 2003
Zuhdi, Muhammad Harfin, Parokialitas Adat Terhadap Pola Keberagamaan Komunitas Islam Wetu Telu di Bayan Lombok, (Jakarta: Lemlit UIN Jakarta, 2009)
Published
2019-09-22
Section
Articles