WOMEN RIGHTS ON REPRODUCTION IN QUR'ANIC PERSPECTIVES

  • Erwati Aziz Nashruddin Baidan Masnun tahir
Keywords: Qur'an, interpretation, reproduction of women and reproduction rights

Abstract

Abstract: There is an assumption that Islam is a barrier to equality between men and women. This happens partly due to errors in understanding and interpreting the Qur'an and Sunna because the subjectivity of the exegete is too dominant. Therefore, it is necessary to reinterpret the verses that are thought to inhibit equality objectively, rationally and argumentatively so that a correct and accurate interpretation is obtained.The study was conducted using the Mawdhu'i interpretation method, starting from the collection of verses relating to women's reproduction, then classified, interpreted and reviewed using the methods that are standard and standard.

The results of the study show that the Qur'an is very concerned about women's reproductive rights such as menstruation which causes women to be marginalized because they interpret the word أذى with "dirty" even though the Qur'an generally does not confirm that meaning but means "sick". This is very logical because women do indeed experience pain and other disorders during menstruation. The Qur'an gives special privileges to women who are menstruating and childbirth such as dispensation not to pray, delay fasting and so on. Thus the accusation that the Qur'an does not pay attention to this matter seems not supported by valid facts and fundamental and strong arguments

Abstrak: Muncul sebuah asumsi bahwa Islam merupakan sebuah penghalang bagi kesetaraan laki-laki dan perempuan. Hal ini terjadi sebagiannya akibat kesalahan dalam memahami dan menafsirkan Qur’an dan Sunnah disebabkan oleh subjektivtitas penafsir yang terlalu dominan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penafsiran ulang terhadap ayat-ayat yang dianggap menghambat kesetaraan secara objektif, rasional, dan argumentatif sehingga penafsiran yang benar dan akurat dapat dicapai. Kajian ini dilakukan menggunakan metode tafsir maudhu’i yang dimulai dengan mengumpulkan ayat-ayat Qur’an yang berkaitan dengan reproduksi perempuan yang kemudian diklasifikasikan, ditafsirkan, serta diulas menggunakan metode standar. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Qur’an sangat memperhatikan hak reproduksi perempuan seperti perihal menstruasi yang mengakibatkan perempuan termarginalisasi karena kata أذى  ditafsirkan sebagai “sesuatu yang kotor” meskipun secara umum Qur’an tidak membenarkan makna tersebut namun cenderung mengindikasikan makna “penyakit”. Hal ini sangat logis mengingat perempuan benar-benar mengalami rasa sakit dan kelainan selama masa menstruasi. Qur’an memberikan hak khusus bagi perempuan yang sedang mengalami menstruasi dan baru melahirkan berupa dispensasi untuk tidak melaksanakan ibadah shalat, menunda puasa, dan sebagainya. Oleh karena itu, tuduhan bahwa Qur’an tidak memberikan perhatian terhadap permasalahan ini tampaknya tidak didukung oleh fakta yang valid serta argumen yang kuat dan mendasar.

References

References
Alqur’an al-Karim
Yusuf Ali, The Holy Qur’an, Brentwood, Maryland, Amana Corps, 1983
Ahmad Mushthafa al-Marȃghȋ, Tafsȋr al-Marȃghȋ, (t.tp, Dȃr al-Fikr, t.th, jilid 10
Al-Bukharῑ, Abu ‘AbdillahbinIsma’ῑl, ŞaḥῑḥBukharῑ, Mesir: al-Maṭba’at al-Salafiyah, 1400 H
Erwati Aziz, Relasi Gender Dalam Islam, Surakarta, PSW STAIN Surakarta (sekarang IAIN), 2003
Frans Steiner, Taboo, London, Penguin
HAMKA, Tafsir Al-Azhar, Jakarta, PustakaPanjimas, 2001, juzXVII.HarunYahya, KeruntuhanTeoriEvolusi,(Bandung, Dzikra, cet. ke-1, 2001),
HayabintiMubarok al-Barik (terj Amir HamzahFahruddin), EnsiklopediWanitaMuslimah, Jakarta, DarulFalah, cet. Ke. 12, 1424 H,.
Ibn al-Mandhûr, Abû al-Fadhl Jamal al-Dîn Muhammad bin Mukmin, Lisān al-’Arab,Beirut: Dār Shādir / Dār al-Kutub al-Islāmiyyah, 1992 M/ 1412 H.
MahmoedYoenoes, Tafsir Quran Karim, Jakarta, PustakaMuhammadiyah, 1954 M/1374 H.
Malik bin Anas, Muwathta’ Tahqῑq, al-A’zhamῑ, Abu Ḍābi: MuassasatZayid bin Sulṭan, cet I, 2004
M. QuraishShihab, Tafsir al-Mishbah, PesandanKesandanKeserasianAlaur’an, Jakarta, LenteraHati 2002, vol 8.
Muhammad Washfi, MenguakRahasiaIlmuKedokteranDalamAlqur’an, (terj. Abdul MajidLc, ) , (Surakarta, IndivaPustaka, 2008 M./1429 H.
Muslim, Shahih Muslim, Bandung, Multazam,tt.
Nabih Abdurrahman Utsman, MukjizatPenciptaanManusia, TinjauanAlqur’andanMedis, (terj. Lukman Abdul Jalal), (Jakarta, Akbar, 2005 M./1426 H.,
Rita L Atkinon (et.all) PengantarPsikologi, Jakarta, Erlangga, 1999
al-Rȃghib al-Isfahȃnȋ, al-Mufradȃt fi Gharȋb al-Qur’ȃn, Mesir, (Syarikah wa Mathba’ah Mushthafa al-Bȃb al-Halabȋ
SayyidSabiq, FiqhSunnah, Beirut, dar al-Fikr, jilid I
Umar AnggaraJenieet al.“Pendekatan Saintifik dalam Penafsiran Al-Qur’an“, (Jakara, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Makalah dipresentasikan pada Musyawarah Kerja Nasional Ulama Al-Qur’an, Bogor, 23-25 Maret 2009.
Wensink, AJ, Mu’jam al-Mufaḥras li Alfāẓ al-Aḥādῑth al-Nabawῑ, t.tp: Dar al-Fikr, cet I, 1986 M/1406 H.
ZainiDahlan, (Tim UII)Alqur’andanTafsirnya, Yogyakarta, Dana Bhakti Waqaf, jilid 10 1995
al-Zamakhsyarȋ, al-Kasysyȃf ‘an Haqȃiq al-Tanzȋl, wa ‘Uyûn al-Ta’wȋl, (Bairut, Dȃr al-Ma’rifah, t.th, jilid 4.
Published
2018-12-31